• Rabu, 5 Oktober 2022

Warga dan Pedagang Pasar Serasi Kotamobagu Gelar Demo Protes Kebijakan Walikota Tatong Bara

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:31 WIB
Ormas Laskar Bogani Indonesia dan kelompok warga serta pedagang melakukan aksi demo menuntut kebijakan Walikota Kotamobagu Tatong Bara terhadap akses jalan Pasar Serasi (Sukamulia Lobud siber manado)
Ormas Laskar Bogani Indonesia dan kelompok warga serta pedagang melakukan aksi demo menuntut kebijakan Walikota Kotamobagu Tatong Bara terhadap akses jalan Pasar Serasi (Sukamulia Lobud siber manado)

SIBERMANADO.COM, KOTAMOBAGU- Warga Kotamobagu sudah hampir sepekan ini terus melakukan protes atas kebijakan Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara.

Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, mereka anggap tidak berpihak kepada masyarakat kecil, karena mengeluarkan SK penutupan beberapa ruas jalan akses masuk ke pasar Serasi Kotamobagu, sehingga para pedagang yang kategori tidak wajib relokasi ke pasar Genggulang dan Poyowa Kecil terkena dampak negatif.

Bersama Laskar Bogani Indonesia, warga yang didominasi para pedagang barito, pakaian, sembako, pemilik rumah makan, pengendara bentor, supir taksi ini menganggap SK yang dikeluarkan oleh Tatong terkait penyekatan beberapa ruas jalan masuk ke pusat perekonomian sudah banyak merugikan mereka.

"Kami beranggapan apa yang dilakukan pemkot kotamobagu berupa menutup akses ke pusat perekonomian seperti jalan kartini, pasar serasi, pasar 23 maret, terminal, tentu bukan keputusan yang tepat," ucap koordinator aksi, Arifin Mokodompit, Kamis (11/8/2022) siang tadi dalam orasinya.

Aksi demo oleh pedagang pasar Serasi dengan menggelar dagangan mereka di tengah jalan pusat kota Kotamobagu (Siber Manado)

Berbeda dengan Arifin, koordinator aksi
lainnya Irawan Damopolii menyebut yang dilakukan pemkot kotamobagu ini bisa dikategorikan pelanggaran HAM.

"Ada hak-hak warga yang memang dilanggar. Dan ini bisa dikategorikan melanggar HAM," ucapnya.

Olehnya, Irawan mengatakan mereka tidak akan berhenti melakukan aksi unjuk rasa selama kebijakan penutupan akses itu belum di buka.

"Berapa banyak pemilik usaha yang merugi akibat kebijakan tersebut. Berapa banyak anak anak yang tidak bersekolah karena orang tua mereka tak punya lagi penghasilan karena usaha mereka sepi pembeli. Olehnya, kami akan terus melakukan aksi serupa hingga pemkot kotamobagu menghentikan aksi penyekatan, dan pemblokiran jalan masuk ke pusat perekonomian di kotamobagu," beber Damopilii.

Halaman:

Editor: Ahmad Ishak

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IGD RSUD Kotamobagu Dipenuhi Pasien Anak

Selasa, 23 Agustus 2022 | 09:30 WIB

Terpopuler

X