• Rabu, 5 Oktober 2022

Kantor Imigrasi Kotamobagu akan Tindak Tegas Penyalahgunaan Visa WNA untuk Pertambangan Ilegal

- Selasa, 20 September 2022 | 10:01 WIB
Kantor Imigrasi kelas II Kotamobagu-Sulut
Kantor Imigrasi kelas II Kotamobagu-Sulut

 

SIBERMANADO, KOTAMOBAGU- Banyaknya tudingan masyarakat bahwa sejumlah pertambangan emas tanpa ijin (PETI) di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), Sulut, yang diduga mempekerjakan warga asing secara ilegal oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu akan ditindak.

Demikian disampaikan Usman, Kepala Kantor Imigrasi Kotamobagu kepada media, Senin (19/9).

"Kami akan tindaklanjut terkait info adanya WNA yang menyalahi aturan keimigrasian," tegas Usman saat dikonfirmasi.

Dia juga mengatakan selain menindak lanjuti, pihak Imigrasi Kotamobagu juga berterima kasih atas informasi adanya dugaan WNA yang menyalahi ijin tinggal atau visa untuk bekerja secara ilegal, singkat Usman di pesan Whats App ke media.

Untuk diketahui, penyalahgunaan visa kunjungan bagi WNA sebenarnya telah diatur dalam pasal tindak pidana yang diuraikan pada Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.

Sanksi pidana untuk WNA yang melanggar aturan tersebut tersirat dalam Pasal 122 Huruf a Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.

Dalam pasalnya disebutkan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling paling banyak Rp500.000.000.

Ancaman pidana bagi penyalahguna visa kunjungan sebenarnya tidak hanya dapat menjerat WNA yang bermasalah. Pemberi kerja, pihak sponsor, penjamin, dan siapa saja yang menyuruh atau memberikan kesempatan kepada WNA untuk menyalahgunakan visa kunjungan juga dapat dikenakan sanksi pidana.

Untuk diketahui dugaan adanya WNA yang bekerja di lokasi tambang tambang rakyat baik legal maupun ilegal di BMR didominasi dari Negeri Tirai Bambu, China. Mereka pada umumnya bekerja sebagai teknisi.(*)

Halaman:

Editor: Ahmad Ishak

Tags

Terkini

IGD RSUD Kotamobagu Dipenuhi Pasien Anak

Selasa, 23 Agustus 2022 | 09:30 WIB

Terpopuler

X