Tim Tabur Kejagung Tangkap Kris, Oknum Mahasiswa DPO Kasus Cabul

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 07:41 WIB
Kris, DPO Kejari Sangihe kasus Cabul terhadap anak bawah umur diringkus tim tabur Kejaksaan Agung RI
Kris, DPO Kejari Sangihe kasus Cabul terhadap anak bawah umur diringkus tim tabur Kejaksaan Agung RI

SIBERMANADO - Rabu (5/10/22) sekira pukul 17:20 WIB, bertempat di perumahan Pratama Residence, Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan KPD alias Kris (29), lelaki kelahiran Tahuna, buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) asal Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe, Sulut.

KPD yang merupakan mahasiswa dan bertempat tinggal di Kelurahan Dumuhung, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut ini merupakan terpidana dalam kasus tindak pidana “dengan sengaja memaksa anak-anak untuk melakukan perbuatan cabul dengannya” yang bertempat di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 797 K/PID.SUS/2017 tanggal 07 Juni 2017, terpidana KPD dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, dan oleh karenanya Terpidana dijatuhi pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan denda Rp60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan.

Terpidana Kris diamankan karena ketika dipanggil untuk dieksekusi menjalani putusan, tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan oleh karenanya Terpidana dimasukkan dalam DPO.

Selanjutnya, tim bergerak cepat untuk melakukan pemantauan dan setelah dipastikan keberadaannya, Kris langsung diamankan dan dibawa menuju Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe untuk dilaksanakan eksekusi.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum. Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan, demikian disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Ketut Sumedana, Kamis (6/10/22).

Editor: Ahmad Ishak

Tags

Terkini

Terpopuler

X