Kejati Sulut Tahan Oknum Dosen terkait Korupsi yang Rugikan PDAM Manado Miliaran Rupiah

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 07:47 WIB
Kejati Sulut melakukan penahanan terhadap HH oknum dosen salah satu universitas di Manado atas kasus dugaan korupsi PT AIR di PDAM Manado
Kejati Sulut melakukan penahanan terhadap HH oknum dosen salah satu universitas di Manado atas kasus dugaan korupsi PT AIR di PDAM Manado

SIBERMANADO - Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut) ,Kamis, 6 Oktober 2022 tadi menahan tersangka HH alias Hanny, oknum Dosen tidak tetap di salah satu Universitas Swasta di Kota Manado.

Penahanan HH, laki laki asal Kawangkoan, Minahasa, yang menyandang gelar Doktor ini terkait dugaan tindak pidana korupsi terkait kerjasama pengelolaan asset PDAM Kota Manado dengan PT Air Manado Tahun 2006 s/d 2021.

Kronologi perkaranya berawal pada tanggal 22 Oktober 2005, tersangka HH selaku mantan Dirut PDAM Kota Manado diduga secara bersama-sama maupun sendiri menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya telah menandatangani perjanjian kerjasama antara Pemkot Manado/PDAM Kota Manado dengan NV WMD dalam pengelolaan air bersih di Kota Manado yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Akibatnya seluruh aset -aset milik PDAM Kota Manado yang dibiayai oleh APBD, APBN, Hibah Pemerintah Pusat, dan World Bank beralih ke pihak swasta dalam hal ini PT Air Manado sehingga mengakibatkan kerugian negara dalam hal ini Pemkot Manado/PDAM Kota Manado sebesar Sembilan Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Euro, dan 55,964 Miliar.

Oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, perbuatan tersangka HH diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3) jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Tersngka di tahan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Nomor : PRINT-1053/P.1/Fd.1/10/2022 tanggal 6 Oktober 2022 selama 20 hari terhitung sejak tanggal 6 Oktober 2022 s/d 25 Oktober 2022.

Penahanan Tingkat Tinggi atas HH itu sebagaimana tertuang dalam Siaran Pers Nomor: PR-01/P.1.3/Penkum/10/2022 yang diketahui oleh Edy Birton selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut.

Untuk diketahui tim penyidik dalam dugaan kasus korupsi itu antara lain, Eko Prayitno, Surany, Harun Sunadi, serta Parsaoran Simorangkir.

Editor: Ahmad Ishak

Tags

Terkini

Terpopuler

X